Friday, January 15, 2010

Hati-hati dengan Kekerasan Hati dan Kekebalan Jiwa


Assalamualaikum warohmatullah

dear all muslim brothers and sisters

Berikut ini adalah apa yang telah saya pahami dari keterangan para ustadz/ulama tentang Qur’an surat Al-Anfaal ayat 24

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اسْتَجِيبُواْ لِلّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا
دَعَاكُم لِمَا يُحْيِيكُمْ وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ
وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

8.24. Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu , ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.

Hati manusia mudah berbolak balik sebagaimana dalam riwayatkan Bukhari dari Salim, dari Abdullah bahwa ia berkata, “Nabi seringkali bersumpah dengan menggunakan kalimat, ‘Demi Allah yang membolak-balikan hati.’”

Artinya, demikian cepat Allah kuasa membalikkan dan mengubah berbagai perasaan hati, secepat angin yang bertiup kencang. Disebutkan dalam Al-Qur’an,

“Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah mendindingi (membuat dinding pembatas) antara manusia dan hati.” (QS. Al-Anfaal: 24)

artinya antara manusia dan hatinya ada dinding membatasi sehingga seringkali jiwa manusia menjadi keras dan kebal. Semua itu dikarenakan ada manusia yang lebih mencintai kehidupan dunia daripada akherat sehingga sulit dan sangat berat baginya untuk memenuhi seruan Allah dan seruan Rasul. Bentangan dan tawaran agama telah ada di depan mata tapi semua itu terasa berat seolah-olah kaki
terbenam dalam bumi.

Padahal apabila manusia manusia mau bermujahadah atau bersungguh-sungguh berjuang di jalan Allah maka Allah akan memberi sesuatu yang membawa pada kehidupan. Sesuatu yang BIKIN HIDUP LEBIH HIDUP yaitu agama Allah.

Untuk itu saya mengingatkan diri sendiri dan kita semua mari berhati-hati dengan hati kita sendiri bila sudah cenderung lebih mencintai dunia daripada akherat.
jangan sampai kita di-ninabobo-kan oleh suasana dan keadaan ketika di rumah, sekolah, kampus, kantor ,di perjalanan dst…

Ingatlah bahwa hati bisa berbolak-balik dan akan menjadi tebal DINDING
DUNIAWInya jika kita tidak selalu berada dalam suasana agama dan bikin suasana agama.

Untuk itu perlu tiga cara:
1. mendakwahkan pentingnya iman
2. melatih iman kita dengan berada dalam halaqoh yang bicara iman dan menghidupkan suasana iman
3. berdoa supaya dianugerahi hakekat iman

Satu riwayat lagi yang perlu kita renungi:



Dalam hadits riwayat Ahmad dan Ibnu Abu Syaibah, Aisya ra., berkata, “Nabi SAW sering berdoa dengan mengatakan, ‘Wahai Tuhan yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku untuk selalu taat kepada-Mu.’ Aku pernah bertanya, ‘Ya Rasulullah, kenapa Anda sering berdoa dengan menggunakan doa seperti itu? Apakah Anda sedang marasa ketakutan?’ Beliau menjawab, ‘Tidak ada yang membuatku merasa aman, hai Aisyah. Hati seluruh hamba ini berada di antara dua jari Allah Yang
Maha Memaksa. Jika mau membalikkan hati seorang hamba-Nya, Allah tinggal membalikkannya begitu saja. "









Dari Pak Faizal (Komunitas di facebook : Usaha Memakmukan masjid)


2 comments:

  1. salam..di dalam kita akan menuju dan menyambut bulan ramadhan al mubarok..ingin sedikit saya menyampaikan pesan untuk semua umat yang beragama islam,jadikan lah hidup untuk agama..bukan agama untuk hidup..dua perkataan yang hampir sama tapi berbeda di dalam makna.
    berhentilah mencari kelemahan dan keburukan orang lain,fokus kan pada kelemahan diri sendiri demi agama yang indah dan suci..wasallam

    ReplyDelete
  2. Jatuh bangun seperti halnya seorang balita yang merangkak, berdiri lalu mau berjalan, tidak pernah kenal putus asa. Demikian juga dengan para pejalan di jalan Allah..jatuh bangun untuk terus berada di tracknya Allah. Salam kenal Mas.

    ReplyDelete